Masa remaja Ibrahim alihi salam

Suatu malam, beberapa tahun  sebelum Nabi Ibrahim Terlahir, namrud bermimpi dalam mimpinya ada seorang anak lelaki masuk kamarnya, lalu merebut mahkota raja  dan menghancurkannya. Namrud merasa ketakutan dengan mimpi tersebut, Lalu dia mengumpulkan  tukang ramal dari seluruh penjuru negeri, lalu kepada para peramal tersebut Namrud menceritakan mimpinya. Para peramal sepakat bahwa kelak akan ada seseorang laki-laki yang akan merebut kekuasaan Namrud.

Mendengar prediksi dan ramalan dari para peramal ini Namrud semakin ketakutan dan murka, dia kehilangan akal sehatnya. Namrud memerintahkan kepada seluruh bala tentaranya , bahwa semua bayi laki-laki yang baru lahir harus di bunuh.

Ibrahim lahir tepat setelah namrud mengambil keputusan membunuhi semua bayi laki-laki yang baru lahir. Namun sebelum melahirkan Orang tua Ibrahim lari ke hutan dan hidup di dalam goa di tengah hutan. Sejak bayi dan sampai masa remaja Ibrahim hidup di tengah hutan dan dalam goa. Ibrahim sepanjang usia bayi sampai remaja tidak pernah melihat dunia luar.

Masa remaja Ibrahim

Ibrahim tumbuh menjadi remaja yang cerdas, dia selalu menggunakan akal dan pikirannya,  Rasa ingin tahu dan rasa kepenasaran tentang dunia luar merasuki jiwanya.  Selama ini dia hanya melihat pohon-pohon dan bongkahan batu didalam goa. Ketika ibunya sedang mencari makanan ke kota Ibrahim mencoba untuk berjalan-jalan di sekitar goa tempat dia sembunyi. Begitu dia melangkah keluar lebih jauh dari goa, dia begitu tercengang dan takjub melihat  alam yang terbentang luas gunung-gunung menjulang tinggi, langit biru membentang nan luas, awan-awan putih seolah bergerak berkejaran sementara matahari menyinari kulit  sehingga badannya terasa hangat. Dari kejauhan dia melihat laut biru nan luas dengan deburan ombaknya. Saat malam Ibrahim begitu takjub melihat bulan terang temaram dan bintang-gemintang yang gemerlapan.

Semakin Jauh Ibrahim melangkahkan kakinya semakin banyak pengalaman yang di dapatnya. Akhirnya dia menemukan sebuah peradaban dan budaya manusia. Ibrahim begitu heran dan tidak habis pikir kenapa orang-orang pada menyembah patung dan berhala yang terbuat dari batu. Sementara di dalam goanya batu tidak bisa bicara ataupun bergerak apapun. “ Mengapa mereka menyembah benda-benda mati” demikian pertanyaan yang timbul dalam hati Ibrahim. Suatu saat dia bertemu dengan gerombolan kambing dan onta yang sedang di gembalakan. “ Siapa yang mampu menciptakan mahluk-mahluk ini, siapa yang menggerakan, siapa yang memberi suara pada mahluk itu” Banyak pertanyaan yang tidak mampu di jawab ibrahim saat itu.

Ibrahim dan benih agama Tauhid di dalam hatinya

Ibrahim semakin penasaran, siapakah yang berkuasa atas alam beserta isinya. Yang jelas patung dan batu itu sudah tidak mungkin karena benda itu bergerak saja tidak bisa. Lalu dia menyimpulkan mataharilah yang menguasai seluruh alam raya ini, Mataharilah yang wajib di sembah. Namun saat malam tiba dan matahari tenggelam dan menghilang  di ufuk timur Ibrahim mulai ragu, Tidak mungkin Tuhan menghilang dan meninggalkan ciptaannya.

Lalu muncullah bulan, Mungkin Inilah Tuhan alam semesta ini. Namun belum habis malam Bulan sudah menghilang pergi, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan ciptaannya. Malam berikutnya dia melihat bintang-gemintang diantara bintang-bintang itu ada yang paling terang,” itu mungkin Tuhan alam semesta ini, Namun baru beberapa saat dia menyimpulkan hal tersebut awanpun datang menutupi sang bintang lalu bintangpun menghilang. “ Aku tidak suka pada tuhan yang sering menghilang dan tenggelam meninggalkan umatnya” kata Ibrahim dalam hatinya.

Akhirnya Ibrahim menemukan sebuah kesimpulan Bahwa Tuhan Zat yang maha kuasa tidak mungkin hilang dan tenggelam. Tuhan adalah yang menenggelamkan matahari dan menerbitkannya dari timur. Tuhan adalah yang membuat bulan bersinar indah di malam hari. Tuhan yang membuat bintang-gemintang di malam gelap. Tuhan yang menciptakan Onta, kambing, batu, pohon dan manusia, Tuhanlah Allah lah yang menciptakan seluruh alam raya beserta isinya. Tuhan tidak bisa di lihat langsung oleh mata manusia yang lemah.

Namun bisa di rasakan oleh hati dan jiwa yang bersih. Alam semesta adalah jejak dari keberadaan Tuhan Allah. Belasan atau bahkan puluh tahun, perintah pembunuhan terhadap bayi sudah hilang dan tidak berlaku lagi. Lalu Ibrahim dan orang tuanya kembali ketengah-tengah umatnya. Ibrahim mulai beradaptasi dan bergaul dengan lingkungan yang baru ini. Ibrahim sangat prihatin melihat kebobrokan umatnya. Akal dan pikiran mereka sudah tidak adal lagi, Batu, gambar dan patung dari kayu mereka sembah. Bahkan Ibrahim semakin sedih dan prihatin karena Orang tuanya juga seorang tukang pembuat patung untuk di sembah.