Kisah teladan Nabi Hud untuk anak Indonesia

Ratusan tahun sudah kaum nuh yang selamat dari banjir bandang melangsungkan hidup mereka dari generasi ke generasi manusia terus berkembang dan bertambah banyak dari sekitar seratus orang pengikut nuh yang selamat maka pada Saat Nabi Hud menjadi nabi dan Rasul Umat ini sudah puluhan ribu yang tersebar di muka bumi. Karena jumlah yang banyak tersebut permasalah juga semakin banyak. Manusia sudah banyak yang melupakan ajaran nabi Nuh tentang mengEsakan Allah dan menyembahNya. Maksiat dan dosa sudah merajalela. Untuk itu maka Allah mengutus hambanya bernama Hud menjadi Nabi dan Rasulnya.

Dari sekian banyak keturunan Nuh ada satu kaum yang paling berkuasa dan sangat mendominasi di antara kaum yang lainnya, Kaum ini begitu kuat secara fisik dan tanah mereka di karuniai tanah yang subur makmur air memancar dari setiap jengkal tanah kaum Suku Aad ini. Namun Karunia kekuatan fisik dan kesuburan tanahnya tidak di syukuri oleh kaum Aad. Mereka malah mengingkari nikmat Tuhan nya. Mereka menyembah berhala yang bernama Shamud, Shada dan al Haba.

Kisah menarik lainnya: Kisah nabi Ismail

Nabi Hud adalah merupakan Cucu dari Sam Bin Nuh. Atau Hud ini adalah Cicitnya Nabi Nuh atau keturunan ke empat dari nabi Nuh. Hud adalah seoarang yang penyabar cerdas dan pemaaf. Pada suatu ketika Hud berbicara pada kaumnya: “ Wahai kaumku, kalian telah menempu jalan yang keliru dan sesat. Batu dan patung-patung yang telah kalian buat tidak bisa berbuat apa-apa. Benda itu tidak bisa memberikan kebaikan ataupun celaka pada kalian. Allah lah yang mampu memberikan kebaikan, Rizki yang melimpah ruah, tanah yang subur sehingga kalian tak kekurangan apapun. Hanya Allahlah yang wajib kita sembah, Karena dialah yang menghidupkan kita dan mematikan kita dan akan membangkitkan kembali untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah kita lakukan di dunia. Siapa yang beramal baik maka pahalanya adalah sorga dan barang siapa yang musyrik dan menyekutukan Allah maka balasannya adalah neraka”.

Seruan nabi Hud justru hanya mendapatkan hinaan dan ejekannya dari kaumnya mereka mengatakan Nabi Hud adalah orang gila dan tidak waras. “ Wahai Hud, tidak mungkin orang yang sudah mati bisa hidup lagi, Hidup ini hanya sekali saja ya itu di dunia ini, Begitu juga sudah dan senang hanya ada di dunia, kamu telah menjadi gila wahi Hud.” Demikian ejekan kaum Aad kepada Nabi Hud.

Cerita menarik lainnya: Kisah nami Ibrahim

Karena kemusyrikan dan kesombongan Suku Aad ini maka Allah mengirimkan azab kepada mereka berupa musim kemarau yang panjang, Hingga air yang tadinya mangalir dan memancar dari setiap jengkal tanah Suku Aad tidak lagi keluar. Musim kemarau itu berlangsung selama 3 tahun, Semua tanaman tidak ada yang bisa tumbuh karena tidak ada setetes airpun yang bisa di gunakan untuk menyirami tanaman. Pertanian yang mereka banggakan sekarang kering kerontang, Bahaya kelaparan mengancam di seluruh negeri kaum Aad.

Dalam situasi yang berbahaya tersebut Nabi hud Masih memberikan ajakan untuk bertobat kepada kaumnya. “ Wahau kaumku mohon ampun dan bertaubatlah engkau kepada Allah, Niscaya Allah akan memberikan hujan yang deras kepada kalian, lalu Allah akan menambah kekuatan kalian, Dan janganlah kalian berpaling dengan dengan kembali berbuat dosa”. Hanya sedikit yang mengikuti ajakan nabi Hud sementara sisanya tetap ingkar. Bukannya bertaubat, Ajakan nabi hud tersebut mendapatkan tentangan yang sangat hebat dari kaumnya. “ Wahai Hud, kami tidak akan meninggalkan sesembahan kami, Kami tidak akan mengikuti ajakanmu yang sama sekali tidak memiliki bukti. Kami tidak akan mempercayai kamu.”

Lalu Allah mengirimkan azab berikutnya berupa Angin dingin yang sangat kencang selama 7 malam delapan hari. Angin tersebut mampu membuat bangunan-bangunan megah suku Aad hancur lebur dan hanya tersisa puing-puingnya saja. Banyak kaum Aad yang mati tertimpa reruntuhan dan mati kedinginan. Hanya kaum Aad yang ikut Nabi Hudlah yang bisa selamat dari azab tersebut.