Dialog Ibrahim dan Namrud

Pada saat ibrahim remaja dan beranjak dewasa  serta pada saat ibrahim menerima tugas kenabiannya.  Negeri babilonia masih di kuasai oleh raja Namrud. Ibrahim tumbuh dengan budi pekerti yang terpuji dan dengan akal pikiran yang cerdas dan rasioanl. Dalam menjalankan dakwah dan syiar tauhid Ibrahim harus ketemu dengan raja Namrud. Namun karena birokrasi dan penjagaan ketat serta ketakutan Namrud terhadap orang asing, sulit bagi Ibrahim untuk berdialog langsung dengan Namrud. Dengan kecerdasan yang di berikan Allah kepadanya akhirnya ibrahim punya cara untuk bertemu dan berdialog dengan Namrud.

Suatu ketika Namrud dan para pengikutnya serta rakyatnya berpesta pora di suatu tempat. Dan tempat pemujaan yang biasa di lakukan namrud dan pengikutnya kosong tanpa penjagaan. Ibrahim menyelinap kedalam tempat pemujaan tersebut dan menghancurkan semua berhala-berhala kecil dan ukuran sedang. Lalu dia biarkan berhala yang paling besar dan jelek tetap utuh. Lalu Kampak yang di pakai untuk menghancurkan berhala-berhala tersebut di kalungkan di leher berhala yang paling besar tersebut dan Ibrahim pun pergi dari tempat itu.

Saat pesta selesai dan Namrud serta pengikutnya kembali ke istana dan hendak melakukan pemujaan dan penyembahan terhadap berhala-berhala, betapa kagetnya semua berhalanya hancur berkeping-keping kecuali yang paling besar. Namrud begitu murka dengan hal tersebut. “ kurang ajar siapa yang berani menghancurkan Tuhan-tuhan kita?” kata namrud dengan penuh kemarahan. Tak seorangpun berani menjawab. Kecuali seorang saksi yang melihat hanya Ibrahim saja yang tidak ikut berpesta.

“Bawa ibrahim kehadapanku” teriak Raja namrud. Ia juga percaya karena kecuali Ibrahim semua pada mengikuti acara yang di sponsori raja tersebut. Jadi Ibrahimlah yang menghancurkan patung-patung tersebut. Lalu Ibrahim di panggil menghadap Namrud. Di depan rakyat dan pengikut nya, Ibrahim di Interogasi sang raja.

“ Wahai ibrahim benarkah engkau yang menghancurkan Tuhan-tuhan kami”? Tanya namrud dengan marah.

“Bukan aku” jawab Ibrahim singkat dan sambil tersenyum.

“Ibrahim, Cukup banyak saksi yang menunjukan bahwa engkaulah pelakunya, jadi tidak perlu mengelak dan berbelit” kata namrud

“ Baiklah Namrud , Aku akan melakukan pembelaan dengan pikiran ku, sementara pikiranmu menyangka akulah yang menghancurkan berhala yang kalian anggap tuhan tersebut. Jika kalian ingin mengetahaui siapa pelaku utama penghacuran berhala-berhala itu, tanyakanlah kepada berhala yang paling besar dan masih utuh itu, juga lihatlah dia mengalungkan kampak di lehernya. Artinya pastilah berhala besar itu telah murka, dan menghancurkan berhala-berhala kecil di sekitarnya. Jadi berhala besar itulah pelakunya” Semua yang ada di situ terdiam membisu, kecuali namrud yang murka dengan jawaban Ibrahim

“ Ibrahim kau telah gila dan kehilangan akal sehat serta logika, serta kau sangat lancang akrena menyuruhku untuk bertanya pada patung batu yang jelas, jelas tidak dapat bicara, bahkan bergerak saja tidak bisa. Mana mungkin dia telah menghancurkan berhala0berhala lainnya. “ kata namrud merasa di ejek oleh ibrahim.

“ Hai namrud sesunggunhya siapa sebenarnya yang kehilangan akal sehat, gila dan bodoh, Mengapa patung dan berhala yang kau tahu sendiri  tidak dapat bergerak dan bicara kau jadikan Tuhan yang mesti di sembah dan di sanjung. Bukankah itu malah kebodohan yang teramat bodoh.” Jawab Ibrahin dengan lantang dan penuh keberanian. Mendengar kata-kata Ibrahim  semua yang hadir terdiam dan sebagian yang masih punya akalnya membenarkan kata-kata ibrahim walaupun dalam hati. Kata-kata Ibrahim telah membuat Namrud semakin murka, Namrud memerintahkan prajuritnya untuk membakar Nabi Ibrahim.

IBRAHIM DI BAKAR

Lalu Ibrahim di ikat dan di letakan di dalam tumpukan kayu selanjutnya Ibrahim di bakar dalam tumpukan kayu tersebut. Api berkobar membakar kayu dan tetunya melumat tubuh Ibrahim. Raja tertawa karena mengira Ibrahim akan menjadi  abu.

“ Wahai rakyatku, inilah balasan untuk orang yang menentangku” teriak namrud pada rakyanya sambil menunjuk pada kobaran api yang membakar ibrahim. Namun betapa kagetnya Namrud Setelah api padam tubuh Ibrahim masih tetap utuh bahkan pakaian yang dia kenakan sama sekali tidak ikut terbakar, hanya ikatannya saja yang ikut terbakar. Tidak bisa di bakar adalah salah satu mukzizat yang di berikan Allah kepada Nabi Ibrahim.